Textile Engineering

"Berbagi Tak Pernah Rugi"

Selasa, 07 Oktober 2014

Proses Pengolahan Serat Sutera


Gambar Benang Sutera
Serat sutera diambil dari larva ulat sutera Bombyx Mori dan Tusah. Bentuk serat sutera adalah filament protein dengan komposisi penting adalah Fibroin sebagai serat 76% dan serisin sebagai pelindung/lapisan 22%. Sutera merupakan serat filament yang halus, berkilau dan bening. Satu kepompong dapat menghasilkan serat sepanjang 300-600 meter.

Secara umum mutu sutera ditentukan oleh: kehalusan, kebersihan, kerataan dan kekuatan. Sifatsifat serat sutera adalah sebagai berikut;


  1. Kekuatan kering 4-4,5 g/d dan mulur 20-25%.
  2. Kekuatan basah 3,5-4 g/d dan mulur 25-30%.
  3. Pemanasan pada suhu lebih dari 140 C dalam waktu lama akan menyebabkan kerusakan dengan turunnya kekuatan. Ultraviolet misalnya sinar matahari selama 6 jamakan mengurangi kekuatan sampai 50%.
  4. Pendidihan dalam air akan menurunkan kilau dan kekuatan.
  5. Lebih mudah rusak oleh asam daripada wol termasuk keringat yang bersifat asam.
  6. Tidak tahan alkali seperti pencucian yang mengandung alkali maka kekuatannya akan turun.
  7. Tidak tahan oksidator (kaporit),Kuproamonium hidroksida, Kuprietilena diamina.
  8. Moisture regain (MR) adalah 11% dengan daya serap air udara lembab kira-kira 30% tanpa terasa basah.
  9. Lebih tahan serangan biologi.
  10. Lembut, tahan kusut, dan kenampakan sangat baik.

PROSES REELING SUTERA

Urutan proses Reeling sutera :

  • Mempersiapkan kokon yang akan di-Reeling.
  • Membersihkan kokon yang akan di-reeling dengan mesin pembersih.
  • Merebus kokon-kokon sutera pada panci perebus yang besar pada suhu 90 C sampai kokonkokon tersebut terendam secara keseluruhan dalam air.
  • Memindahkan kokon-kokon yang sudah dimasak ke dalam bak lain untuk dicari ujung seratnya. Bak bersuhu 40 C.
  • Mencari ujung serat sutera pada setiap kokon dengan menggunakan sikat.
  • Memindahkan kokon pada bak pada mesin reeling.
  • Melakukan twisting pada beberapa helai serat sesuai dengan jumlah yang diinginkan.
  • Mencucukkan serat sutera pada mesin reeling sutera dengan bantuan menggunakan helai sapu ijuk.
  • Menjalankan mesin reeling sutera
Pada saat akan melakukan proses reeling sutera hal yang perlu diperhatikan adalah memilih kokon yang kualitasnya masih baik. Selanjutnya adalah mempersiapkan kokon untuk dimasak. Pamasakan kokon sutera ini berlangsung pada suhu 90 oC selama kurang lebih 20 menit. 

Setelah masak,kokon-kokon ini dipindahkan dalam bak lain bersuhu sekitar 40 C untuk dicari ujung seratnya dengan menggunakan sikat. 

Kemudian dilakukan twisting pada serat sutera tersebut sesuai dengan jumlah yang diinginkan. Kokon ini kemudian dipindahkan lagi pada bak mesin reeling untuk segera direeling. 

Sebelum di-reeling dilakukan pencucukan terlebih dahulu pada mesin reeling, selanjutnya serat-serat sutera ini direeling sampai fibroin pada kokon habis dan kemudian dilakukan penyambungan dengan serat yang baru. 

Kesulitan yang dihadapi relative tidak ada karena mesin reeling merupakan mesin yang mudah untuk dijalankan. Kesulitan yang mungkin timbul saat melakukan proses reeling adalah pada saat melakukan pencucukan serat.

Proses pencucukan ini memerlukan bantuan helai dari sapu ijuk untuk membantu memasukkan serat kedalam rol mesin reeling.

Packing Process / Proses Pengemasan

Packing


Setelah seluruh proses selesai, benang dibawa menuju ruang ultra violet, quality control memeriksa kesempurnaan gulungan benang, selanjutnya benang siap dipacking. Benang di kemas kedalam karung atau dus baik benang single yang dihasilkan dari mesin winding atau benang double yang dihasilkan dari mesin TFO.  Pada proses ini, benang haruis benar-benar dipisahkan menurut jenis nomornya agar terhindar dari komplain pihak konsumen.

Gambar Proses Pengemasan

TFO (Two for One Twister) Process

TFO (Two for One Twister)


Di area TFO, benang dari mesin doubling diberi antihan/ twist, gulungannya dipindahkan kembali ke cone. Mesin TFO dapat menghasilkan produksi dengan varian twist yang rendah serta ditunjang dengan double winder yang dilengkapi dengan yarn clearer untuk menunjang kualitas produksi yang baik, yang fungsinya agar tidak terjadi penyimpangan dari jumlah benag yang harus di doubling. Benang yang dihasilkan bisa menggunakan paper cone atau plastic cone untuk kemudian siap packing.

Gambar Proses TFO (Two for One Twister)